Pertashop Koperasi SAAS Dipelaspas, Manfaatkan Jalur Ramai Optimis Raih Laba

  • 04 Juni 2022 00:00 WITA
Pengurus dan Pengawas Koperasi SAAS saat upacara Pemelaspas Pertashop Gembalan Jumat (3/6/2022)



Klungkung, balibanknews.com
Pertashop milik Koperasi Konsumen Sari Agung Ananta Sedana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koperasi SAAS, Jumat (3/6/2022) resmi dipelaspas. Pertashop yang diberi nama Pertashop Gembalan itu berada di Jalan Raya Besakih atau di lingkungan Desa Adat Gembalan, Kecamatan Klungkung. Bertempat di lokasi yang sangat strategis dan jalur ramai kendaraan membuat pertashop tersebut dirasa optimis dapat memberi manfaat yang besar terhadap perkembangan Koperasi SAAS.


Ketua Pengawas Koperasi SAAS I Nyoman Nadha ketika dimintai komentar mengatakan, sengaja memilih bisnis pertashop sebagai salah satu unit usaha lantaran usaha tersebut saat ini termasuk usaha prospektif dan mampu bertahan lama. Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar sudah merupakan kebutuhan pokok, sehingga akan selalu dicari dan sangat penting.


"Sangat cocok dijadikan unit usaha koperasi, dan anggota sangat mendukung sehingga cepat terealisasi. Direncanakan sejak 2021 dan bisa terwujud pada pertengahan tahun 2022. Saat ini peluang bisnis pertashop sedang bagus dan booming, harga jual juga sama dengan SPBU," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, selain sebagai jalur pariwisata, di jalur berdirinya Pertashop Gembalan juga banyak dilalui warga yang bersembahyang ke Pura Agung Besakih. Selain itu, juga sering dilewati truk-truk pengangkut pasir sehingga peluang jual bahan bakar solar sangat potensial. Bahan bakar solar juga sangat dibutuhkan petani untuk operasional mesin pembajak sawah, dan petani bisa dengan bebas membeli solar melalui pertashop. Berdasarkan data tersebut, Nada memperkirakan nilai investasi sebesar Rp 700 juta untuk pertashop  akan kembali dikisaran tiga tahun.
Jenis bahan bakar yang dijual di pertashop adalah Pertamax dan solar. Harga jual dipatok sama dengan harga di SPBU yakni Rp 12.500 untuk pertamax dan Rp 12.950 untuk solar. Dengan kapasitas penyimpanan bahan bakar hingga 3000 liter, Nada mengaku optimis bisa memenuhi permintaan konsumen.


Pertashop Gembalan berdiri di lahan seluas kurang lebih 4 are. Kedepan jika perkembagan bisnis kian prospektif, direncanakan akan ditingkatkan menjadi SPBU. "Di lokasi pertashop yang sekarang, kami sudah diijinkan mempergunakan lahan hingga 17 are, sehingga jika kedepan berkembang dengan baik, peluang berubah menjadi SPBU sangat mungkin terjadi," ujarnya.
Diakui Nada, Pertashop Gembalan akan resmi beroperasi dalam waktu dekat ini setelah turunnya ijin operasional. Sedangkan kegiatan upacara Pemelaspas yang digelar merupakan sebuah ritual pembersihan tempat sebelum bisa dioperasikan. Upacara Pemelaspas tersebut dipuput oleh Sulinggih Ida Pedanda Gede Oka Wiraga dari Griya Taman Cucukan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pendiri koperasi, tokoh masyarakat dan anggota. 

Dewa Nida salah satu pendiri koperasi sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Koperasi SAAS. Menurutnya unit usaha yang dipilih sangat tepat karena peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi koperasi dan anggota sangat besar. Selain itu, keberadaan pertashop juga akan akan dirasakan oleh masyarakat banyak selain anggota. "Yang terpenting keberadaan unit usaha baru ini dirasakan oleh semua kalangan bukan hanya anggota. Kedepan diharapkan inovasi seperti ini akan terus berlanjut sehingga koperasi makin berkembang," pungkas pria yang juga aktif di kepengurusan. Partai Golkar ini. [Mdy]

 


TAGS :

Komentar