Gelar RAT Tepat Waktu, KSP. Permata Utama Optimis Kembangkan Kredit KUBE di Tahun 2022

  • 09 Januari 2022 00:00 WITA
Foto bersama seluruh jajaran pengurus dan pengelola KSP. Permata Utama saat RAT ke-13, Minggu (1/9/2022) di Restoran Namirasa Tabanan.


Tabanan, balibanknews.com
Seperti tahun-tahun sebelumnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata Utama selalu berhasil menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tepat waktu. Agenda rapat yang dibarengi dengan acara gathering anggota bersama keluarga tersebut digelar pada Minggu (1/9/2022) bertempat di Restoran Namirasa, Tabanan. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan pertumbuhan koperasi yang signifikan meski dalam masa pandemi. Bahkan menyongsong tahun 2022, koperasi nivo propinsi ini tetap optimis dengan melakukan banyak terobosan salah satunya menggenjot kredit KUBE atau Kredit Kelompok Usaha Bersama. 


Ketua KSP. Permata Utama I Made Jaya Artana mengatakan, selama pandemi berlangsung memang terjadi banyak koreksi pada pertumbuhan koperasi, salah satunya target laba. Namun demikian, koperasi yang dikelolanya tetap tercatat memiliki kinerja yang baik dengan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari akuntan publik independen yang rutin melakukan audit tiap tahun. 
"Selama pandemi merupakan tantangan berat bagi koperasi, namun dengan inovasi yang maksimal, kami tetap tumbuh. Laba memang turun namun NPL berhasil ditekan dari 4 persen menjadi 3,09 persen. Selain itu kami juga tetap bisa meningkatkan jumlah aset hingga 2,58 persen dibanding tahun lalu," ujarnya saat dimintai komentar oleh sejumlah awak media yang hadir pada kesempatan tersebut.
Dalam penyampaian laporan pertumbuhan tahun buku 2021 tercatat aset tumbuh 2,58 persen dari tahun sebelumnya atau dari sekitar Rp 24 miliar meningkat menjadi Rp 24,8 miliar. Demikian juga dengan total simpanan meningkat dari Rp 8 miliar menjadi 10 miliar. Jaya mengaku animo anggota menempatkan dana pada koperasi selama 2021 cukup tinggi sehingga terjadi peningkatan signifikan pada pos dana. Sementara untuk pinjaman yang tersalurkan tercatat sebesar Rp 17 miliar dengan raihan SHU sebanyak Rp 473 juta atau terkoreksi dari target sebesar Rp 600 juta. "SHU memang tercapai dibawah target namun hal tersebut dimaklumi anggota karena kinerja masih terpengaruh pandemi, yang penting kami tetap menjaga likuiditas," ujarnya.
Tahun 2022 Jaya bahkan mencadangkan persentase likuiditas lebih tinggi dari sebelumnya. Jika tahun 2021 likuiditas dipatok 15 - 20 persen, tahun 2022 ditingkatkan menjadi 30 persen. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi seandainya kondisi ekonomi tak kunjung membaik, sehingga kebutuhan anggota menarik dana bisa selalu terpenuhi. 
Selain optimis pada pertumbuhan aset dan likuiditas, Jaya juga tetap menaruh harapan besar pada salah satu produk kredit terbarunya yakni Kredit KUBE atau Kredit Kelompok Usaha Bersama yang dikhususkan bagi kelompok usaha wanita. Sejak diluncurkan pada 28 Oktober 2021 hingga saat ini Kredit KUBE dikatakan sudah membina sebanyak 40 kelompok usaha dengan realisasi kredit sekitar Rp 780 juta. 
Jaya mengatakan akses Kredit KUBE ini cukup menarik. Anggota terutama wanita jika ingin mendapatkan Kredit KUBE harus membentuk sebuah kelompok usaha terlebih dahulu yang beranggotakan paling sedikit lima sampai sepuluh orang, jenis usaha yang bisa dijaminkan pun dikatakan bebas. Fasilitas kredit yang diberikan dimulai dari plafon Rp 10 - 50 juta tanpa dipotong biaya administrasi. Ada dua jenis sasaran Kredit KUBE, pertama kelompok berbasis kluster seperti pasar tradisional dan sejenisnya, kedua kelompok usaha yang ada di desa-desa seperti kelompok usaha yang dikelola PKK dan sejenisnya. "Sampai saat ini Kredit KUBE sangat menjanjikan bahkan NPL tercatat nol persen dari kredit tersebut, sehingga kami optimis pada tahun 2022 lebih gencar kembangkan produk ini," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Bali yang diwakilkan oleh I Ketut Meniarta dari Bina Kelembagaan Koperasi Propinsi Bali, menyampaikan apresiasinya karena meski ditengah pandemi, koperasi ini tetap tumbuh dan berkembang serta mampu menggelar RAT tepat waktu. Sejumlah koreksi yang terjadi pada angka pertumbuhan dinilai wajar, terlebih KSP. Permata Utama mendapat predikat WTP dari akuntan publik pasca audit, dimana hal tersebut menandakan koperasi ini sudah sangat transparan dalam pengelolaan dan terbukti memberi banyak manfaat kepada anggota. "Pandemi memang memberikan banyak tekanan pada sektor koperasi, namun dengan inovasi yang dilakukan, nampaknya koperasi ini tetap bertahan terlebih koperasi dan ketuanya menyandang predikat berprestasi," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Dekopinwil Propinsi Bali I Wayan Murja. Pihaknya memberikan apresiasi luar biasa karena koperasi ini mampu menggelar RAT tepat waktu. Hal tersebut menandakan kesiapan dari pengurus dan pengelola sudah sangat matang dan langkah ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan anggota. "Kami sangat apresiasi koperasi yang menggelar RAT tepat waktu, sedangkan bagi koperasi yang tidak RAT atau sudah dua kali tidak RAT secara berturut-turut maka koperasi tersebut bisa dibubarkan," tegasnya.
Murja juga menyarankan seluruh koperasi untuk bisa menjaga likuiditas mereka. Jika sebelum pandemi persentase likuiditas ada dikisaran 10-15 persen, di masa pandemi ini diharapkan ditingkankan menjadi 15-20 persen atau lebih. Hal tersebut penting untuk menjaga kebutuhan anggota jika menarik dana simpanan mereka, selain juga mampu menjaga reputasi lembaga koperasi. "Koperasi harus jaga reputasi dan "brand" mereka sehingga kepercayaan tetap terjaga, di masa pandemi ini efisiensi juga harus dilakukan, selain itu pengelola koperasi sudah harus melakukan inovasi dan mencari sumber-sumber dana baru untuk menjaga pertumbuhan," pungkasnya. 
Dalam kesempatan RAT tersebut juga dilakukan sejumlah penarikan undian doorprise dan pemberian santunan pada warga kurang mampu serta beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi yang ada diseputar Kabupaten Tabanan. [Mdy]
 

 


TAGS :

Komentar